Di negara yang memang bahasa resminya bahasa Inggris, mereka tidak perlu belajar grammar untuk bisa berbahasa Inggris. Kenapa? Karena setiap saat -pagi, siang, sore dan malam, dari bangun tidur sampai tidur lagi- mereka berinteraksi dengan orang-orang yang semuanya menggunakan bahasa Inggris. Sementara di Indonesia, kita hampir tidak pernah mendengar orang-orang di lingkungan kita berbahasa Inggris.
Dalam beberapa kasus meski kecil sekali di sebuah keluarga dibiasakan bhs Inggris (dimana ayah dan ibu nya bisa berbahasa Inggris) sehingga anak-anak mereka terbiasa berbicara dalam bhs Inggris. Ini lebih kurang mirip dengan cara anak-anak bule belajar bahasa mereka.
Bahwa setiap orang bisa berbahasa 'ibu' nya itu juga dengan metode dan cara yang sama.
Bahwa setiap orang bisa berbahasa 'ibu' nya itu juga dengan metode dan cara yang sama.
Nah, jika kita tidak berada di lingkungan berbahasa Inggris, maka bukankah mempelajari kaedah dan tatabahasa merupakan satu-satunya cara sehingga kita bisa merangkai kata menjadi kalimat?
Latihan intensif tidak akan membuat kita mahir kecuali kalimat yang kita gunakan untuk berlatih memang telah terstruktur dengan baik dan benar. Practice makes perfect? No. Perfect practice makes perfect!
Latihan intensif tidak akan membuat kita mahir kecuali kalimat yang kita gunakan untuk berlatih memang telah terstruktur dengan baik dan benar. Practice makes perfect? No. Perfect practice makes perfect!
Jika anda diminta membuat atau mendirikan sebuah bangunan lalu disediakan semua bahan seperti semen. pasir, bata, kayu, paku dsb. maka apakah anda bisa melakukannya? Bisa tidaknya bergantung pada pengetahuan dan penguasaan anda tentang apa yang harus dilakukan dengan bahan-bahan tersebut. Analogi itu sama dengan jika anda disodori sebuah kamus yang berisi kata-kata sebagai unsur kalimat, bisakah anda menyususn sebuah kalimat jika anda tidak tahu kaedah menyusun kata menjadi kalimat yang standar?
Sebagian orang mengatakan bahwa dalam hal berbahasa yang penting adalah maksud kita bisa dimengerti oleh lawan bicara. Kalau memang begitu, bukankah bahasa Tarzan juga sudah mencukupi?

0 comments:
Post a Comment